Loading
Lubuk Linggau – Ketua BEM STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuk Linggau, Pani Yuni Atria menyampaikan kecaman keras atas aksi penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta demokrasi. Menurutnya, peristiwa ini bukanlah tindak kriminal biasa, mengingat tidak ada barang yang dicuri dalam kejadian tersebut.
“Ini bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan upaya nyata untuk membungkam suara kritis,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Andrie Yunus dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menyuarakan penolakan terhadap revisi UU TNI serta kerap mengangkat isu remiliterisasi. Ia juga menyoroti bahwa penyerangan terjadi tidak lama setelah korban merekam sebuah podcast dengan tema tersebut, yang semakin menguatkan dugaan adanya motif tertentu di balik aksi kekerasan itu.
Sebagai Presiden Mahasiswa, ia menyatakan sikap tegas mengutuk tindakan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Ia menekankan pentingnya pengungkapan tidak hanya terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga pihak yang diduga menjadi dalang di balik penyerangan.
“Serangan terhadap satu aktivis adalah ancaman bagi kita semua, bagi demokrasi, kebebasan berpendapat, dan bagi siapa pun yang berani bersuara,” pungkasnya.