Loading
Oleh: Lalu Aldiara Elang Sakti (Ketua Umum HMI Cabang Mataram)
Mataram - Aksi demonstrasi pada 30 Agustus 2025 yang berujung pada terbakarnya Gedung DPRD NTB harus menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Peristiwa ini mencerminkan bahwa ketika rakyat kehilangan kesabaran, maka gejolak tidak lagi dapat dibendung.
Sebagai Ketua Umum HMI Cabang Mataram, saya menegaskan bahwa mahasiswa dan pelajar yang terlibat sebaiknya dibina, bukan dipenjara. Mereka tengah belajar menyalurkan aspirasi serta berproses dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, kami meminta kepada Gubernur NTB, Ketua DPRD NTB, dan Kapolda NTB untuk mengambil langkah-langkah pembinaan, bukan pendekatan penegakan hukum.
Kami juga menyadari bahwa massa aksi bersikap terlalu reaktif dan emosional dalam merespons situasi kebangsaan akhir-akhir ini. Pada saat yang sama, kami mengapresiasi sikap kepolisian yang menahan diri agar tidak membubarkan massa dengan tindakan represif.
Kami percaya, Gubernur NTB, Ketua DPRD NTB, dan Kapolda NTB dapat menyelesaikan persoalan ini dengan arif dan bijaksana tanpa harus menyeret mahasiswa dan pelajar ke ranah hukum.