Konflik Timur Tengah Berpotensi Ganggu Pasar Wisata Bali, Dispar Perkuat Promosi ke Pasar Alternatif


  • 100 
  • Thursday, 05 March 2026 
  • Madha

Konflik Timur Tengah Berpotensi Ganggu Pasar Wisata Bali, Dispar Perkuat Promosi ke Pasar Alternatif

Situasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan dari wilayah tersebut ke Bali. Pemerintah Provinsi Bali kini mencermati perkembangan geopolitik di kawasan tersebut, mengingat pasar Timur Tengah selama ini menjadi salah satu kontributor bagi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata.

Berdasarkan data kunjungan wisman sepanjang 2025, tercatat sebanyak 69.852 wisatawan dari 13 negara di kawasan Timur Tengah berkunjung ke Bali. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar Timur Tengah masih memiliki peran dalam mendukung kinerja pariwisata Bali.

Dari jumlah tersebut, tiga negara menjadi penyumbang wisatawan terbanyak, yakni Arab Saudi dengan 28.580 kunjungan, diikuti Uni Emirat Arab sebanyak 7.553 kunjungan, serta Yordania dengan 7.243 kunjungan.

Arab Saudi menjadi pasar paling dominan dengan jumlah kunjungan hampir empat kali lipat dibandingkan negara di peringkat kedua. Sementara itu, Uni Emirat Arab menempati posisi kedua dengan kontribusi signifikan, disusul Yordania di posisi ketiga dengan selisih kunjungan yang relatif tipis.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sebelum melihat dampak lebih lanjut terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.

“Kita lihat perkembangan situasi dulu. Harapan kita pasar Timur Tengah tetap lebih baik dari sebelumnya,” kata Sumarajaya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, wisatawan dari kawasan Timur Tengah selama ini dikenal memiliki karakter tinggal lebih lama (long stay) serta tingkat pengeluaran yang relatif tinggi saat berlibur. Karakter tersebut membuat pasar Timur Tengah menjadi salah satu segmen potensial bagi pariwisata Bali.

Namun demikian, dinamika keamanan dan stabilitas kawasan dapat memengaruhi keputusan wisatawan untuk melakukan perjalanan internasional.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pariwisata Provinsi Bali akan terus memantau perkembangan global sekaligus memperkuat promosi ke berbagai pasar alternatif. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kunjungan wisatawan mancanegara dan mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.

Langkah diversifikasi pasar tersebut diharapkan dapat menjaga kinerja pariwisata Bali tetap stabil di tengah dinamika geopolitik global.