Loading
SORONG – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Letkol (Purn.) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, mendorong pengembangan kawasan transmigrasi di Kabupaten Sorong agar tidak hanya berfokus pada pembangunan wilayah, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Gelar Karya Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi RI bersama Universitas Brawijaya Tahun 2026 di Balai Desa Kampung Wariyau SP 1 Blok B, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Muhammad Iftitah, paradigma transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan.
Program transmigrasi tidak lagi sekadar berkaitan dengan pemindahan penduduk, melainkan menjadi salah satu instrumen pembangunan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, dan penerapan teknologi.
Ia menjelaskan bahwa Program Ekspedisi Patriot merupakan bentuk pelaksanaan amanat Presiden yang mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya berkontribusi melalui kegiatan akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui keterlibatan akademisi dan peneliti, berbagai persoalan di kawasan transmigrasi diharapkan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ia menekankan bahwa masyarakat di kawasan transmigrasi perlu memiliki kemampuan untuk mengelola potensi sumber daya yang tersedia di wilayahnya. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas maupun bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk memanfaatkannya secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Transmigrasi RI turut menyoroti sejumlah hasil pelaksanaan Program Ekspedisi Patriot di Kabupaten Sorong. Salah satunya penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat yang selama ini masih mengandalkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keterbatasan akses air bersih menjadi salah satu persoalan yang diidentifikasi oleh tim di lapangan. Melalui program tersebut, penyediaan sarana air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan di kawasan transmigrasi.
Selain itu, Tim Ekspedisi Patriot juga melakukan pendampingan pembuatan kapal nelayan berbahan fiber di Distrik Segun. Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal agar tidak hanya bergantung pada bantuan sarana, tetapi juga memiliki kemampuan memproduksi kapal nelayan secara mandiri.
Menurutnya, Tim Ekspedisi Patriot turun langsung untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah kegiatan di Kampung Wariyau, rombongan Menteri Transmigrasi RI melanjutkan kunjungan ke Kampung Klamono Olie, Distrik Klasafet. Di wilayah tersebut, rombongan bersama Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya meninjau pengembangan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi lokal.
Pengembangan ketahanan pangan dinilai menjadi salah satu sektor penting dalam membangun kawasan transmigrasi yang produktif. Potensi wilayah perlu didukung dengan pendampingan dan penerapan teknologi agar dapat memberikan nilai tambah serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi RI dan Universitas Brawijaya melalui Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kawasan transmigrasi di Kabupaten Sorong.
Tidak hanya melalui pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi wilayahnya menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.