Nuanu Cultural Week Semarakkan Libur Lebaran 2026 di Bali dengan Ragam Budaya Nusantara


  • 72 
  • Sunday, 22 March 2026 
  • Madha

Nuanu Cultural Week Semarakkan Libur Lebaran 2026 di Bali dengan Ragam Budaya Nusantara

Momentum libur Lebaran 2026 di Bali diwarnai dengan penyelenggaraan rangkaian kegiatan budaya di Nuanu Creative City. Program bertajuk Nuanu Cultural Week ini berlangsung selama 10 hari, mulai 20 hingga 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya arus kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Dewata.

Periode libur Lebaran yang identik dengan mobilitas masyarakat dan kegiatan wisata turut menjadi latar pelaksanaan acara tersebut. Bali, sebagai salah satu destinasi utama selama libur panjang, kembali dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan yang digelar mencakup pertunjukan seni, lokakarya, serta aktivitas komunitas yang tersebar di sejumlah titik dalam kawasan. Beragam kesenian ditampilkan, mulai dari tradisi Bali seperti Kecak dan gamelan hingga kesenian dari daerah lain seperti qasidah dan hadrah.

Brand and Communications Director Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari cara pandang terhadap Bali sebagai ruang budaya yang hidup.

“Sebagai orang Bali, kami melihat Bali bukan hanya sebagai ruang yang terbuka untuk menyambut, tetapi juga sebagai tempat dengan budaya yang hidup—yang perlu terus dihadirkan, dijalankan, dan dihormati,” ujarnya. “Nuanu Cultural Week lahir dari perspektif tersebut, dengan menempatkan tradisi Bali sebagai inti, sekaligus membuka ruang bagi publik untuk mengalami keberagaman budaya Indonesia dalam satu pengalaman yang saling terhubung.”

Selain pertunjukan, agenda juga mencakup kompetisi budaya bagi pelajar dan generasi muda yang berlangsung pada 26 hingga 28 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan peserta dari sekolah dan komunitas seni di Bali, dengan sejumlah kategori lomba seperti Megenjekan, Mejanggeran, Tari Baris, dan Tari Condong.

Program ini menempatkan generasi muda Bali sebagai bagian penting dalam perayaan, sekaligus membuka ruang bagi tradisi untuk terus hidup melalui praktik, kedisiplinan, dan keterlibatan komunitas. Dengan menghadirkan platform bagi anak-anak dan generasi muda di tengah musim liburan, inisiatif ini turut mendukung keberlanjutan warisan seni Bali dalam konteks yang terbuka dan relevan saat ini.

Dengan mempertemukan seniman, komunitas lokal, dan pengunjung dari berbagai latar belakang, Nuanu Cultural Week mencerminkan upaya mendorong pertukaran budaya melalui partisipasi dan interaksi langsung. Di momen Lebaran, pertemuan ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta interaksi lintas komunitas selama periode liburan.