Loading
Konser ini menampilkan musisi ternama seperti Dewa Budjana, Trie Utami, Oppie Andaresta, serta beberapa seniman lainnya. Dalam pertunjukan selama 90 menit, sebanyak 15 lagu dibawakan dengan penuh penghayatan, mulai dari lagu pembuka "Om Swastiastu", hingga lagu-lagu bertema nasionalisme dan kebersamaan seperti "Saraswati", "Doa Pertiwi", dan "Kidung Nusantara". Momen paling emosional terjadi saat seluruh musisi berkolaborasi membawakan lagu "Di Bawah Tiang Bendera" dan "Raya Nusantara", yang semakin memperkuat pesan persatuan dalam kebhinekaan.
Tidak hanya menampilkan suguhan musik, konser ini juga menghadirkan unsur seni visual melalui aksi Apel Hendrawan dan Wayan Paramartha, dua seniman asal Bali yang melukis secara langsung di atas panggung. Karya mereka menjadi refleksi dari perjalanan budaya yang terus berkembang dalam keberagaman Nusantara.
Pertunjukan ini juga membawa pesan mendalam tentang solidaritas, terutama melalui lagu "Satu Jalan", yang menggambarkan perjuangan bangsa menghadapi pandemi COVID-19. Lagu ini mengingatkan bagaimana Indonesia mampu bertahan dari krisis global dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Otorita Ibu Kota Nusantara menyambut baik penyelenggaraan acara ini, sejalan dengan visi IKN sebagai kota modern yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keberagaman. Kehadiran Nyanyian Dharma di IKN menjadi bukti bahwa ibu kota baru ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan ekosistem sosial dan budaya bagi masyarakatnya.
Lebih dari sekadar konser, Nyanyian Dharma di IKN menjadi simbol kuat tentang persatuan dalam keberagaman, sekaligus membawa harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih harmonis.