25 Unit Rumah di Kabupaten Sorong Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya


  • 74 
  • Thursday, 15 October 2026 
  • Bara

25 Unit Rumah di Kabupaten Sorong Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

KABUPATEN SORONG – Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Demokrat daerah pemilihan Papua Barat Daya, Faujia Helga Br. Tampubolon Umlati, mengusulkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 bagi masyarakat Kabupaten Sorong. Program tersebut menyasar 25 unit rumah dan disosialisasikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Aimas, Kamis (15/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sorong, Sutedjo, S.Pd., menyampaikan bahwa program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak. Ia berharap alokasi bantuan yang pada 2026 mencakup 25 unit rumah dapat meningkat menjadi 75 unit pada tahun berikutnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.


Sutedjo juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan dana sesuai peruntukannya serta menjaga kualitas rumah yang dibangun. Menurutnya, keterbatasan anggaran, termasuk alokasi upah tukang sebesar Rp3,5 juta per unit, perlu disiasati melalui semangat gotong royong agar proses pembangunan berjalan lebih ringan dan efisien.


Sementara itu, Faujia Helga menegaskan bahwa program BSPS ditujukan untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hunian, khususnya warga yang telah memiliki tanah tetapi belum mampu membangun atau memperbaiki rumah secara mandiri.


Ia menjelaskan bahwa pengusulan bantuan harus melalui proses pendataan, survei, dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku agar penerima bantuan tepat sasaran.


Faujia turut menyoroti besaran bantuan Rp25 juta per unit yang dinilai masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan biaya pengangkutan, terutama bagi masyarakat di wilayah dengan akses transportasi yang sulit. Masukan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi program.


Terkait informasi kemungkinan peningkatan bantuan menjadi Rp47 juta per unit pada tahun berikutnya, ia menyatakan bahwa hal tersebut masih menunggu ketentuan dan keputusan resmi pemerintah.


Selain program perumahan, Faujia juga mendorong percepatan realisasi program Sekolah Rakyat, terutama untuk membantu anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dan memiliki keterbatasan akses pendidikan. Penyelesaian persoalan status serta kepemilikan tanah dinilai penting agar pembangunan fasilitas pendidikan tersebut tidak terkendala.


Ia juga menyoroti perlunya pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pelosok Kabupaten Sorong guna mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi.


Faujia mengajak pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat memperkuat koordinasi serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan.