Loading
KUMURKEK — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat menggelar Gerakan Pangan Murah serentak pada Rabu 21 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan membantu warga memperoleh bahan pokok terjangkau.
Kegiatan ini dipusatkan di halaman depan gedung GKI Kampung Jitmau Distrik Aitinyo Raya yang juga menjadi lokasi perayaan peringatan hari ulang tahun Teofani ke-75.
Acara tersebut mendapat sambutan sangat antusias dari masyarakat luas yang rela mengantre demi membeli ragam paket pangan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat Korneles Naa mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata upaya pemerintah daerah.
Pihaknya ingin membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan banderol di bawah harga pasar normal.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan itu pihaknya menyediakan paket sembako murah seharga seratus ribu rupiah yang berisi beras gula dan minyak goreng.
Selain paket tersebut sejumlah komoditas lain seperti bawang merah bawang putih dan telur juga dijual secara terpisah.
"Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini berlangsung sangat meriah dan warga antusias mengantre," ujar Korneles Naa.
Ia menambahkan lebih dari tiga ratus paket hampir terserap seluruhnya di luar komoditas lainnya yang juga dijual terpisah.
Menurutnya sejumlah komoditas pangan lainnya termasuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta Minyakita juga mendapat respons positif hingga ludes terjual.
Korneles Naa menilai tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa program sembako murah ini sangat dibutuhkan terutama demi memenuhi kebutuhan harian di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Pemerintah daerah sengaja memanfaatkan momentum kegiatan yang melibatkan banyak massa seperti perayaan keagamaan dan hari besar nasional.
Hal ini dilakukan demi menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses oleh warga karena tidak mudah mengumpulkan masyarakat dalam satu titik di waktu biasa.
Ia menambahkan melalui langkah strategis ini masyarakat dapat memperoleh komoditas dengan selisih harga yang cukup signifikan guna mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Lebih lanjut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan keluarga melalui inovasi program Maybrat Aman Pangan yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Upaya tersebut dinilai semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim termasuk fenomena cuaca ekstrem berkepanjangan yang berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan lokal.
Karena itu pemerintah berupaya keras menghadirkan langkah konkret agar seluruh lapisan masyarakat tetap memiliki akses penuh terhadap bahan pokok.
"Atas nama pemerintah daerah kami bersyukur kegiatan ini berlangsung sesuai rencana dan masyarakat bisa mendapat bahan pangan murah sesuai harapan," tutupnya.