Loading
Aimas — Sebanyak 33 kepala kampung dari 14 distrik di Kabupaten Sorong resmi dilantik dan dikukuhkan dalam rangka penguatan penyelenggaraan pemerintahan kampung, Selasa (18/8/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, tersebut dihadiri Wakil Bupati Sorong, Ketua DPR Kabupaten Sorong beserta anggota, Plt. Sekretaris Daerah, staf ahli dan para asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, para kepala distrik, rohaniawan, keluarga kepala kampung serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sorong H. Sutejo menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting dalam perjalanan pemerintahan kampung sekaligus pemberian mandat dan tanggung jawab kepada kepala kampung yang telah dipercaya masyarakat.
Menurutnya, pemerintahan kampung memiliki posisi strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kampung tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi dalam pembangunan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi, pelestarian adat dan budaya, serta penciptaan lingkungan yang aman dan harmonis.
Wakil Bupati meminta kepala kampung dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dasar, perlindungan sosial serta peningkatan kapasitas masyarakat.
“Kita harus bersinergi antara pemerintah kampung, pemerintah distrik, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi sampai pemerintah pusat,” pesan H. Sutejo dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan para kepala kampung agar mampu menyelesaikan persoalan masyarakat yang masih dapat ditangani pada tingkat kampung sebelum diteruskan kepada pemerintahan distrik maupun kabupaten.
Menurutnya, penyelesaian persoalan secara berjenjang diperlukan agar pemerintahan kampung dapat menjalankan fungsi pelayanan secara optimal dan masyarakat memperoleh respons yang cepat terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi.
Wakil Bupati juga menekankan agar kepala kampung menjalankan amanah dengan penuh integritas, keikhlasan dan tanggung jawab serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pelaksanaan tugas.
Sementara itu, rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Sorong, pembacaan naskah pelantikan oleh Wakil Bupati Sorong, pengambilan sumpah/janji jabatan, penandatanganan berita acara pelantikan, penyematan tanda jabatan, serta sambutan Wakil Bupati Sorong.
Berdasarkan daftar kepala kampung yang mengikuti pengambilan sumpah/janji, di antaranya Daniel V Anthonius sebagai Kepala Kampung Molin, Rahel Yeblo sebagai Kepala Kampung Malaworsai, Gotlif Goolvinson Segidifat sebagai Kepala Kampung Klamono, Daniel Momot sebagai Kepala Kampung Brianlo, Frans Kolis sebagai Kepala Kampung Wilti, Zeth Mlahri sebagai Kepala Kampung Mlawen, Andreas Mlaskit sebagai Kepala Kampung Kmasen, Nikolas Syatfle sebagai Kepala Kampung Tbotjin, dan Abraham Malagawak sebagai Kepala Kampung Batu Lubang.
Selanjutnya Florence Lamberthina Ulimpa sebagai Kepala Kampung Bontolala, Septinus Tuwen sebagai Kepala Kampung Woloin, Septianus Matias Wehminit sebagai Kepala Kampung Maralol, Radius Yulius Musena sebagai Kepala Kampung Sakapul, Musa Sarim sebagai Kepala Kampung Meyaup, Spenyer Malak sebagai Kepala Kampung Maladofok, Anthonius Ulala sebagai Kepala Kampung Klain, Fredrik Majefat sebagai Kepala Kampung Wen, Amirudin Jafaer sebagai Kepala Kampung Arar, Prayitno sebagai Kepala Kampung Klasmelek, Paul Yongki Malakabu sebagai Kepala Kampung Yeflio, dan Agustinus Kareth sebagai Kepala Kampung Malamay.
Pelantikan ditutup dengan ucapan selamat kepada para kepala kampung yang telah dilantik serta foto bersama Wakil Bupati Sorong, pimpinan DPR Kabupaten Sorong, jajaran pemerintah daerah, kepala distrik dan kepala kampung.
Melalui pelantikan tersebut, para kepala kampung diharapkan mampu menjalankan tugas pemerintahan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mendukung pembangunan kampung secara berkelanjutan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing.