Akan Gelar Aksi Besar, Aktivis Boalemo Soroti Kasus Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Boalemo


  • Tuesday, 25 November 2025 
  • Rizan

Akan Gelar Aksi Besar, Aktivis Boalemo Soroti Kasus Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Boalemo

Boalemo – Aktivis antikorupsi Boalemo, Sahril Anwar Tialo, kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo Tahun Anggaran 2020–2022. Kasus yang telah mencuri perhatian publik ini disebut memiliki indikasi kuat penyimpangan anggaran yang merugikan keuangan daerah.


Sahril mengungkapkan bahwa perkara perjalanan dinas fiktif bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan tindak pidana korupsi yang terstruktur, karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pada kegiatan yang tidak pernah dilaksanakan.


Perjalanan dinas fiktif itu bukan kesalahan kecil. Ini kejahatan anggaran. Ada dokumen, ada tanda tangan, ada pencairan, tapi tidak ada kegiatan. Itu namanya korupsi. Rakyat berhak tahu dan berhak mendapatkan keadilan,” tegas Sahril.


Ia menjelaskan bahwa kasus ini sudah berada di tahap penyidikan, namun prosesnya berjalan lambat dan belum menunjukkan progres signifikan. Sahril mempertanyakan kenapa hingga kini belum ada pemeriksaan serius terhadap pihak-pihak terkait, termasuk para pihak yang ikut menandatangani dan menyetujui dokumen perjalanan dinas.


Ini sudah penyidikan, tapi tidak ada progres berarti. Tidak ada transparansi. Masyarakat Boalemo jangan dibodohi. Kita harus mendesak Kejaksaan untuk membuka kasus ini seterang mungkin,” ujarnya.


Melihat kelambanan tersebut, Sahril memastikan akan menggelar aksi besar dalam waktu dekat di depan Kantor Kejaksaan Negeri Boalemo. Aksi ini akan difokuskan untuk menagih komitmen aparat penegak hukum dalam menuntaskan dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif tersebut.


Kami akan turun ramai-ramai. Ini uang rakyat, tidak boleh hilang begitu saja. Aksi besar ini adalah bentuk perlawanan terhadap praktik korupsi yang mencoba ditutup-tutupi,” kata Sahril.


Ia juga menekankan bahwa dukungan masyarakat Boalemo sangat diperlukan untuk memastikan gerakan antikorupsi ini memiliki kekuatan besar dan tekanan publik yang cukup untuk mendorong penegakan hukum berjalan secara profesional.


Saya meminta dukungan masyarakat Boalemo. Ini bukan hanya perjuangan saya, tapi perjuangan kita semua. Tanpa dukungan rakyat, kasus seperti ini akan mudah dipetieskan,” pungkasnya.