Loading
SORONG — Masa kepemimpinan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han. sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Daya berlangsung relatif singkat.
Belum genap dua bulan menjalankan tugas sebagai orang nomor satu di Polda Papua Barat Daya, Audie mendapat promosi jabatan dalam mutasi terbaru yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026. Dalam rotasi tersebut, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Jabatan tersebut merupakan posisi strategis di lingkungan pendidikan dan pengembangan kepemimpinan Polri sekaligus menjadi bagian dari perjalanan karier Audie menuju pangkat jenderal bintang dua.
Baru Sekitar 1 Bulan 23 Hari
Audie sebelumnya ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.
Ia menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo yang memasuki masa purnatugas. Penunjukan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan promosi besar-besaran yang dilakukan Polri pada Juni 2026.
Audie kemudian mulai menjalankan tugasnya di Papua Barat Daya setelah tiba di Kota Sorong pada awal Juli 2026, dengan adanya mutasi terbaru, masa kepemimpinannya di Polda Papua Barat Daya tercatat hanya sekitar 1 bulan 23 hari.
Meski singkat, Audie sempat memimpin sejumlah agenda penting di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya, termasuk melakukan penyegaran terhadap sejumlah pejabat utama dan Kapolres jajaran.
Digantikan Brigjen Hengky HaryadiDalam telegram mutasi terbaru tersebut, posisi Kapolda Papua Barat Daya selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Dr. Hengky Haryadi, S.I.K., M.H.
Hengky sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau.
Pergantian ini menjadi bagian dari rotasi besar-besaran di lingkungan Polri yang menyasar ratusan perwira tinggi dan perwira menengah. Polri menyebut mutasi sebagai bagian dari dinamika organisasi, penyegaran, serta pembinaan dan pengembangan karier personel.
Promosi Menuju Bintang Dua
Promosi Audie menjadi perhatian karena berlangsung dalam waktu relatif singkat setelah dirinya dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya.Penempatan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri menjadi penugasan baru yang strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan di tubuh Polri.
Dengan jabatan tersebut, Audie berada pada jenjang yang membuka peluang peningkatan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.).
Sejumlah pemberitaan nasional menyebut mutasi tersebut sebagai bagian dari promosi karier Audie menuju pangkat bintang dua.
Tinggalkan Kesan Selama di Papua Barat Daya
Walaupun masa kepemimpinannya relatif singkat, Audie sempat mendapat perhatian dari masyarakat Papua Barat Daya melalui pendekatan komunikasi yang dinilai humanis.
Dalam menjalankan tugas, ia mendorong jajaran kepolisian untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta meningkatkan kehadiran polisi di tengah warga.Sebelumnya, Audie juga memimpin langsung sejumlah kegiatan sertijab pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda Papua Barat Daya sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
Kini, tongkat komando Polda Papua Barat Daya akan beralih kepada Brigjen Pol. Hengky Haryadi, sementara Audie memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan Mabes Polri.
Pergantian tersebut sekaligus menjadi dinamika baru bagi Polda Papua Barat Daya dalam melanjutkan penguatan keamanan, pelayanan publik, serta pemeliharaan situasi kamtibmas diwilayah provinsi termuda di Tanah Papua tersebut.