Anggaran Naik 100 Persen, Menteri PKP: Terima Kasih Pak Prabowo


  • 53 
  • Wednesday, 26 November 2025 
  • Anne

Anggaran Naik 100 Persen, Menteri PKP: Terima Kasih Pak Prabowo

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, serta DPR atas persetujuan kenaikan anggaran Kementerian PKP pada 2026 sebesar 100% dibandingkan anggaran sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Maruarar, yang akrab disapa Ara, seusai menghadiri rapat kerja di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (26/11/2025).

"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menko, menteri keuangan, dan juga teman-teman DPR, dukungannya luar biasa. Tahun depan itu anggaran kementerian kami naik 100%," ujarnya. 

Kebijakan kenaikan anggaran Kementerian PKP ini didasari capaian serapan anggaran yang dinilai efektif pada tahun anggaran 2025. Berdasarkan laporan evaluasi kepada Komisi V DPR, hingga 18 November 2025 realisasi anggaran Kementerian PKP telah mencapai Rp 3,66 triliun atau 77,65%  dari total pagu efektif sebesar Rp 4,72 triliun. Angka tersebut diproyeksikan mencapai 97,26% hingga akhir tahun anggaran.

Ara menyebutkan capaian ini sebagai hasil kerja bersama dari seluruh pihak, baik itu dari pusat hingga daerah dalam memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. 

“Kami bekerja keras agar seluruh program fisik dan kegiatan prioritas bisa selesai tahun ini. Semua ini juga berkat dukungan dari Komisi V DPR,” tambahnya. 

Realisasi anggaran terbesar berasal dari program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dengan tingkat serapan mencapai 94,48% atau setara Rp 964,35 miliar dari total pagu Rp 1,02 triliun untuk pembangunan 45.073 unit rumah swadaya.

Program BSPS menjadi ujung tombak upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas rumah tidak layak huni di berbagai wilayah. Selain itu, pembangunan rumah susun juga mencatat capaian positif dengan realisasi Rp 1,93 triliun atau 77,26 persen dari target 2.270 unit. Sementara itu, pembangunan rumah khusus telah terealisasi Rp 183,48 miliar atau 79,85% untuk 476 unit yang tersebar di berbagai daerah terdampak bencana.

Sementara itu, program lain contohnya bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), penanganan kawasan kumuh, serta penyediaan sanitasi turut mengalami kemajuan signifikan. Ara memastikan seluruh program tersebut kini telah berada pada tahap pembangunan fisik. 

“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga kawasan hunian yang layak, bersih, dan sehat. Rumah layak adalah fondasi kehidupan keluarga yang kuat dan produktif,” tutup Ara.  

Sumber: beritasatu.com