Loading
SORONG – Penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita, juga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Upaya tersebut diperkuat melalui peluncuran program kolaborasi Sahabat Genting Bank Papua dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) bersama Pemerintah Kabupaten Sorong di Aimas, (20/10/2026).
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Bank Papua menjadi orang tua asuh bagi 100 sasaran di Kabupaten Sorong. Bantuan berupa beras dan telur diberikan setiap bulan selama lima bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sorong, Ferry Fatem, menjelaskan bahwa program Genting merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Menurut Ferry, program tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sorong, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta Bank Papua. Dukungan perusahaan ini ditindaklanjuti melalui pengajuan proposal pemerintah daerah yang kemudian direalisasikan lewat program CSR.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya melibatkan dunia usaha dalam mendukung penanganan stunting, terutama bagi keluarga yang menjadi sasaran program,” demikian penjelasan Ferry mengenai kerja sama tersebut.
Program CSR Bank Papua menjangkau tiga kabupaten di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Tambrauw. Setiap kabupaten memperoleh alokasi 100 sasaran, sehingga total sasaran di ketiga kabupaten mencapai 300 orang.
Khusus di Kabupaten Sorong, sebanyak 100 sasaran tersebar di tiga distrik. Sebanyak 74 sasaran berada di Distrik Mayamuk, 13 sasaran di Distrik Sorong, dan 13 sasaran lainnya berada di satu distrik yang namanya masih perlu dikonfirmasi.
Kelompok sasaran program tidak hanya mencakup anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan ibu menyusui. Pendekatan ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak.
Penanganan Stunting Butuh Kerja Bersama
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Rooney Ch. N. Kalesaran, mengatakan bahwa penanganan stunting memerlukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara terpadu.
Intervensi spesifik berfokus pada penanganan kesehatan secara langsung, sedangkan intervensi sensitif mencakup berbagai faktor di luar sektor kesehatan yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan pelaksanaan berkelanjutan.
Menurut Rooney, upaya menekan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan. Organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, dan masyarakat perlu mengambil bagian sesuai dengan peran masing-masing agar program dapat menjangkau keluarga sasaran secara lebih luas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong juga memiliki inovasi Sisagus Sagu Tangguh. Sementara itu, OPD lainnya menjalankan program sesuai dengan bidang tugas masing-masing untuk mendukung upaya penanganan stunting.
Rooney menyebutkan, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) yang bersumber dari pencatatan kegiatan Posyandu, angka stunting yang disampaikan saat ini berada pada 17 persen.
Angka tersebut menggunakan sumber dan metode pengumpulan data yang berbeda dari hasil survei nasional. Karena itu, kedua jenis data perlu dibedakan dalam membaca kondisi stunting di Kabupaten Sorong.
Tantangan Memperluas Orang Tua Asuh
Di balik pelaksanaan program, upaya mengajak lebih banyak pihak menjadi orang tua asuh masih menghadapi tantangan. Rooney menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dapat memengaruhi kemampuan masyarakat untuk memberikan bantuan secara rutin.
Keterlibatan perusahaan melalui program CSR menjadi salah satu cara memperluas dukungan bagi keluarga sasaran. Kerja sama antara pemerintah daerah, BKKBN, Bank Papua, OPD, dan pihak lainnya juga diperlukan untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai peruntukan.
Program Sahabat Genting dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sorong. Keberlanjutan program membutuhkan pendampingan, pemantauan sasaran, serta keterlibatan lintas sektor agar bantuan pangan berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.