Pemkab Sorong dan Bank Papua Luncurkan Program Sahabat Genting untuk Percepat Penurunan Stunting


  • 18 
  • Tuesday, 20 October 2026 
  • Bara

Pemkab Sorong dan Bank Papua Luncurkan Program Sahabat Genting untuk Percepat Penurunan Stunting

SORONG – Pemerintah Kabupaten Sorong bersama Bank Papua dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN meluncurkan Program Kolaborasi Sahabat Genting sebagai upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Sorong. Program ini diwujudkan melalui pemberian bantuan nutrisi dan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting, (20/10/2026).


Program Sahabat Genting merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Melalui program ini, berbagai pihak didorong untuk berperan aktif dalam membantu keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan.


Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Ferry Fatem, S.E., M.Ec.Dev., menjelaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan hingga masyarakat.


Berdasarkan capaian Semester I Tahun 2026, Program Genting di Provinsi Papua Barat Daya telah memberikan bantuan kepada 697 keluarga berisiko stunting dari total sasaran 1.262 keluarga atau sekitar 55,2 persen.


Dalam kolaborasi tersebut, Bank Papua memberikan dukungan kepada 300 keluarga berisiko stunting di tiga wilayah, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Tambrauw. Masing-masing wilayah mendapatkan alokasi untuk 100 keluarga penerima manfaat.


Di Kabupaten Sorong, program ini menyasar keluarga berisiko stunting yang berada di Distrik Aimas dan Distrik Mayamuk. Setiap keluarga penerima manfaat direncanakan memperoleh paket bantuan nutrisi selama lima bulan, disertai pendampingan dan pemantauan secara berkala.


Ferry berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan.


Sementara itu, perwakilan Bank Papua menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam Program Sahabat Genting merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.


Bank Papua sebelumnya telah melaksanakan sejumlah program dukungan kesehatan dan pencegahan stunting di beberapa wilayah. Pada 2025, Bank Papua turut berkolaborasi melalui Program Sahabat Sehat dan program orang tua asuh cegah stunting di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Asmat dengan sasaran sekitar 300 penerima manfaat.


Atas kontribusinya dalam upaya pencegahan stunting, Bank Papua juga menerima penghargaan predikat Gold sebagai Orang Tua Asuh Cegah Stunting pada 10 Desember 2025 di Jakarta.


Melalui kolaborasi yang kembali dilaksanakan di Kabupaten Sorong, Bank Papua berharap dukungan pemenuhan gizi dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan BKKBN dalam mewujudkan generasi Papua yang sehat.


Dalam sambutannya, Nico Salosa menegaskan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh, dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu, pemeriksaan kesehatan rutin, penerapan pola asuh yang tepat, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.


Menurutnya, keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dunia usaha, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan partisipasi aktif masyarakat.


Ia mengapresiasi kolaborasi Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong dan Bank Papua serta berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak.


Nico juga mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah distrik dan kampung, serta masyarakat untuk bersama-sama mendukung keluarga yang berisiko mengalami stunting.