Penyuluh Pertanian Kabupaten Sorong Gelar Rakor Program Strategis Kementan 2026


  • 74 
  • Tuesday, 13 October 2026 
  • Bara

Penyuluh Pertanian Kabupaten Sorong Gelar Rakor Program Strategis Kementan 2026

SORONG — Penyuluh Pertanian Kabupaten Sorong menggelar pertemuan rutin bulanan pada Selasa (13/10/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas penyuluh dalam menjalankan program Kementerian Pertanian (Kementan).


Pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi dan peningkatan pemahaman para penyuluh terhadap pelaksanaan program-program Kementan, dengan materi pembahasan yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pertanian di lapangan.


Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Sorong, Sri Kiki Rukiah, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bulanan yang bertujuan mendukung peningkatan kapasitas penyuluh dalam menjalankan tugas dan program Kementan.


Materi yang dibahas dalam pertemuan disesuaikan dengan situasi dan tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Kabupaten Sorong, sehingga penyuluh dapat meningkatkan kesiapan dalam mendampingi petani serta mendukung pelaksanaan program pemerintah.


Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah kondisi ketersediaan air bagi lahan pertanian. Pasalnya, perubahan kondisi cuaca, mulai dari musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan hingga musim hujan yang dapat memicu banjir di sejumlah wilayah, menjadi tantangan bagi keberlangsungan usaha tani.


Selain itu, pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) juga menjadi bagian dari materi pembahasan. Program tersebut mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Sorong, yakni Mayamuk, Salawati, Moisegen, dan Klamono.


Ketersediaan air menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendukung kegiatan penanaman dan keberlanjutan pengelolaan lahan pertanian.


Melalui pertemuan rutin bulanan ini, diharapkan kapasitas penyuluh pertanian Kabupaten Sorong semakin meningkat, terutama dalam memahami dan melaksanakan program Kementan sesuai kondisi di lapangan.


Dengan demikian, para penyuluh diharapkan dapat menjalankan peran pendampingan kepada petani secara optimal serta mendukung upaya peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan.