Peringatan Hari HAM Sedunia 2025 di Aceh Dibatalkan



Peringatan Hari HAM Sedunia 2025 di Aceh Dibatalkan

Jakarta - Rencana awal peringatan Hari HAM Sedunia 2025 yang seharusnya diselenggarakan di Aceh dengan berbagai rangkaian acara kini telah dibatalkan. Pembatalan ini merupakan keputusan Komnas HAM yang mempertimbangkan situasi bencana alam yang sedang melanda provinsi tersebut. Fokus utama kini beralih pada upaya kemanusiaan yang lebih mendesak di daerah terdampak.

Sebelumnya, Komnas HAM telah menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kota di Aceh. Kerja sama ini termasuk persiapan untuk Peringatan Hari HAM Internasional 2025 dan Peringatan 20 Tahun Perjanjian Helsinki. Tema yang diusung pun cukup reflektif, yakni "Memuliakan Kemanusiaan, Merawat Perdamaian", yang relevan dengan kondisi saat ini.

Namun, dengan adanya kondisi darurat bencana, Komnas HAM memutuskan untuk mengubah format peringatan tersebut. Anis Hidayah menyatakan, "Tetapi karena mempertimbangkan situasi di Aceh saat ini yang sedang ada bencana sehingga kemudian kami putuskan untuk membatalkan Peringatan Hari HAM di Aceh dan melakukan aksi kemanusiaan saja." Keputusan ini menunjukkan prioritas Komnas HAM terhadap kondisi kemanusiaan yang mendesak.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melaksanakan aksi kemanusiaan di Pulau Sumatra pada Rabu, 10 Desember mendatang. Kegiatan ini secara khusus menargetkan daerah-daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap situasi darurat kemanusiaan di wilayah tersebut.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menjelaskan bahwa aksi ini akan mencakup kunjungan langsung ke lokasi bencana serta pemberian bantuan esensial kepada kelompok rentan. Selain itu, Komnas HAM juga akan mengadakan doa bersama untuk para korban bencana. Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak dan menunjukkan solidaritas.

Sumber: Antara