Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan, Dinkes Sorong Perkuat Penanganan TBC dan Malaria


  • 15 
  • Thursday, 05 November 2026 
  • Bara

Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan, Dinkes Sorong Perkuat Penanganan TBC dan Malaria

AIMAS – Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan malaria, Rabu (4/11/26).

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan On The Job Training (OJT) bagi petugas analis laboratorium Puskesmas untuk meningkatkan kemampuan pemeriksaan TBC. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketepatan diagnosis sehingga pasien dapat memperoleh penanganan dan pengobatan yang sesuai.

dr. Ronney Ch. N. Kalesaran mengatakan, TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius, termasuk di Kabupaten Sorong. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga analis laboratorium menjadi penting dalam mendukung penegakan diagnosis secara tepat.

Menurutnya, penanganan TBC tidak hanya bergantung pada pemeriksaan laboratorium, tetapi juga membutuhkan peran aktif tenaga kesehatan dalam menemukan masyarakat yang diduga terinfeksi.

Masyarakat yang mengalami batuk produktif selama dua hingga tiga minggu perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, apabila penderita tidak terdiagnosis dan tidak memperoleh pengobatan, potensi penularan penyakit melalui udara dapat terus berlangsung.

Dalam kegiatan OJT tersebut, peserta berasal dari petugas analis laboratorium tingkat Puskesmas di Kabupaten Sorong, dengan dukungan narasumber dari rumah sakit, termasuk dokter spesialis mikrobiologi.

Selain penguatan penanganan TBC, Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong juga mendorong upaya penanggulangan malaria melalui kolaborasi bersama Tim Patriot dari Universitas Brawijaya.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas analis laboratorium, pemegang program malaria, serta kepala Puskesmas. Kegiatan juga dilengkapi dengan pelatihan dan diskusi kelompok terfokus atau Focus Group Discussion (FGD).

Dari rangkaian diskusi tersebut, dihasilkan policy brief atau rekomendasi kebijakan penanggulangan malaria yang disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan lokal Kabupaten Sorong. Rekomendasi tersebut selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Kesehatan sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi Tim Patriot juga memberikan dukungan terhadap infrastruktur pelayanan kesehatan di kawasan transmigrasi.

Salah satunya melalui pembangunan fasilitas pemanenan air hujan (rainwater harvesting) di Pustu Wariau. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk menunjang aktivitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses air bersih.

dr. Ronney menilai, penguatan kemampuan tenaga kesehatan yang disertai dukungan sarana dan fasilitas dasar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sorong.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan penanganan TBC dan malaria dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.