Loading
BOYOLALI — Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tercatat mencapai 99,67 poin pada tahun 2025. Angka tersebut turun 1,18 poin dibandingkan tahun 2024, namun jika melihat tren lima tahun terakhir, IKK Boyolali justru mengalami kenaikan hingga 8,85 poin.
Data ini bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025. IKK sendiri merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemahalan harga konstruksi suatu wilayah dengan acuan Kota Surabaya. Semakin tinggi nilainya, semakin mahal biaya pembangunan di daerah tersebut.
Dengan IKK 99,67 poin, biaya pembangunan di Boyolali setara 0,997 kali dari harga konstruksi di Surabaya. Meski berada di bawah angka acuan, posisi Boyolali menempati peringkat ke-13 terendah di antara 36 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Dalam laporan yang sama, Kabupaten Kebumen menjadi daerah dengan IKK terendah di Jawa Tengah tahun 2025, yakni 96,9 poin. Sementara Kabupaten Semarang menjadi wilayah dengan IKK tertinggi, mencapai 105,94 poin, menunjukkan biaya konstruksi yang jauh lebih mahal dibanding wilayah lain di provinsi tersebut.
Berikut daftar lima daerah dengan IKK terendah di Jawa Tengah (2025):
Kabupaten Kebumen – 96,9 poin
Kabupaten Purworejo – 97,13 poin
Kabupaten Wonogiri – 97,29 poin
Kota Magelang – 97,38 poin
Kabupaten Magelang – 98,13 poin
Sementara lima daerah dengan IKK tertinggi ialah:
Kabupaten Semarang – 105,94 poin
Kota Semarang – 105,47 poin
Kabupaten Demak – 104,52 poin
Kota Salatiga – 103,0 poin
Kota Tegal – 102,93 poin
Pergerakan IKK Boyolali menunjukkan bahwa meski biaya konstruksi tahun ini relatif turun dibanding 2024, namun tekanan harga dalam jangka panjang masih terlihat. Faktor geografis, ketersediaan bahan bangunan, hingga distribusi logistik diduga menjadi penyebab utama dinamika harga konstruksi di wilayah tersebut.