BNPB: Rumah Rusak Berat di Sumatera Akan Diganti Pemerintah



BNPB: Rumah Rusak Berat di Sumatera Akan Diganti Pemerintah

Pemerintah memastikan rumah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera akan diganti atau diperbaiki melalui skema bantuan yang telah disiapkan secara khusus. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemulihan perumahan menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana kali ini.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr Suharyanto menjelaskan, pemerintah menyiapkan tiga kategori bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, yaitu ringan, sedang, dan berat.

“Rumah yang terdampak memiliki beberapa kategori dan masing-masing sudah disiapkan skemanya. Ini merupakan arahan langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Untuk kepentingan rakyat, semua harus benar-benar diprioritaskan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers BNPB Indonesia, Senin (1/12/2025).

Pemerintah menetapkan besaran bantuan sebagai berikut:

“Jika rumahnya rusak berat dan tidak memungkinkan lagi ditinggali, pemerintah akan menggantinya dengan rumah baru,” tegas Suharyanto.

Selain perbaikan rumah, BNPB menyiapkan dana tunggu hunian (DTH) bagi pengungsi yang harus meninggalkan lokasi pengungsian, tetapi belum memiliki tempat tinggal sementara.

“Dana tunggu hunian ini digunakan untuk biaya sewa rumah. Nilainya Rp 600.000 per keluarga per bulan, dan sepenuhnya didukung pemerintah pusat melalui BNPB,” jelas Suharyanto.

Bagi warga yang tidak memiliki rumah kontrakan ataupun kerabat terdekat, pemerintah menyiapkan hunian sementara yang layak, dapat ditempati hingga bertahun-tahun sebelum rumah permanen selesai dibangun.

“Tidak mungkin warga tinggal di tenda berbulan-bulan. Karena itu, pemerintah akan membangun hunian sementara yang layak,” tambahnya.

Ia menegaskan, seluruh skema ini akan dijalankan setelah akses jalan dan komunikasi pulih. Beberapa wilayah masih terisolasi sehingga fokus awal pemerintah tetap pada pembukaan jalur, penyediaan logistik, dan pemulihan jaringan komunikasi.

Menurut Suharyanto, banyak warga yang masih kebingungan mengenai masa depan tempat tinggal mereka. Karena itu, pemerintah ingin memberikan kepastian sejak awal.

“Setelah akses dibuka, masyarakat sering bertanya, ‘Saya harus ke mana setelah ini?’ Itu sebabnya kami jelaskan bahwa ada skema bantuan yang sudah disiapkan,” tuturnya.

Berdasarkan laporan BNPB hingga Minggu (30/11/2025) malam, jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor terus meningkat di tiga provinsi dengan perincian sebagai berikut:

BNPB menyebut Sumatera Barat mulai menunjukkan pemulihan lebih cepat dibanding Aceh dan Sumatera Utara, meski proses pencarian dan perbaikan infrastruktur terus berjalan.

Sumber: beritasatu.com