Negosiasi Pembebasan 2 Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Tuntas


  • 82 
  • Wednesday, 11 March 2026 
  • Bagus

Negosiasi Pembebasan 2 Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Tuntas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan negosiasi untuk membebaskan dua kapal kargo Pertamina yang terjebak di Teluk Arab akan segera rampung.

"Ada dua kapal, dua kargo. Itu masih dalam negosiasi, insyaallah sebentar lagi selesai. Sebentar lagi selesai. Doain, ya," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta dikutip dari Antara, Rabu (11/3/2026).

Sebelumnya, pada Senin (2/3/2026), Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan empat kapal yang sedang berada di kawasan Timur Tengah. Di antaranya kapal Gamsunoro yang masih dalam proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak; kapal Pertamina Pride yang telah selesai pemuatan dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; kapal PIS Rinjani yang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab (UEA); dan kapal PIS Paragon yang sedang melakukan pembongkaran kargo di Oman.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia memastikan pihaknya terus berkomunikasi dengan otoritas Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang terhambat di Selat Hormuz, akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.

Pada Selasa (10/3/2026), PIS melaporkan dari empat kapal milik PT Pertamina International Shipping yang beroperasi di Timur Tengah, dua kapal telah meninggalkan area konflik. Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.

Saat ini, dua kapal masih beroperasi di kawasan Timur Tengah, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab. Kedua kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk melintasi Selat Hormuz. Keduanya dilaporkan dalam keadaan aman.

Kapal Gamsunoro membawa kargo milik konsumen pihak ketiga, sementara VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk kebutuhan energi dalam negeri.

"Selain kapal-kapal tersebut, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," kata Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita.

Sumber: beritasatu.com