Boyolali Dukung Ketahanan Energi Melalui Proyek SWITCH‑Asia Low Carbon Rice



Boyolali Dukung Ketahanan Energi Melalui Proyek SWITCH‑Asia Low Carbon Rice

Produksi padi di Jawa Tengah merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK), khususnya dari penggunaan mesin penggilingan berbahan bakar fosil (diesel) dan penggunaan pupuk kimia. Provinsi Jawa Tengah dan Uni Eropa menyepakati kerjasama program SWITCH-Asia untuk mengembangkan produksi “beras rendah karbon" (low-carbon rice) melalui implementasi teknologi dan praktik pertanian ramah lingkungan. Kabupatén Boyolali, Klaten, dan Sragen di Jawa Tengah telah menjadi area pilot sejak tahun 2022 hingga saat ini.

Tujuan utama dari kerjasama ini mendukung mitigasi perubahan iklim terutama pada saat penggilingan dan pasca panen, efisiensi biaya produksi dengan mesin listrik dan praktik pertanian yang lebih bersih diharapkan biaya operasional penggilingan bisa turun. Lebih spesifik, konversi mesin penggilingan diharapkan memangkas emisi dari penggunaan bahan bakar fosil. Nilai investasi untuk konversi mesin penggilingan (dari solar ke listrik) diperkirakan sekitar Rp 250–300 juta per lokasi.

Program ini sudah melibatkan 150 penggilingan padi di Jateng + Jatim, yang berarti cakupan intervensi cukup signifikan. Potensi jangka panjangnya yaitu penggunaan mesin listrik (atau bahkan bertenaga surya) dapat memperkuat rantai nilai lokal dan mendukung ekonomi pedesaan. Beras rendah karbon dapat tersedia dengan harga yang kompetitif.

Tantangan ke depan transisi teknologi harus didampingi dengan pelatihan agar operator penggilingan memahami cara menggunakan mesin baru secara efisien. Kemudian infrastruktur kelistrikan di beberapa daerah pedesaan mungkin belum memadai untuk beban tambahan mesin penggilingan sehingga pemerintah setempat perlu mencari solusi agar program ini bisa terus berjalan. Setelah fase pilot, penting agar pendanaan tidak hanya bergantung pada donor/UE dimana perlu adanya support dari CSR, investasi pemerintah daerah, bahkan insentif fiskal agar proyek bisa berkelanjutan.

Pemerintah Kab. Boyolali terus berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan penguatan swasembada lokal. Secara fungsional, Bupati dan unsur pemerintahan Kab. Boyolali memiliki potensi besar untuk menjadi aktor kunci dalam implementasi lokal dengan memfasilitasi petani, mendukung transisi penggilingan, menghubungkan pasar, dan mengawasi pelaksanaan proyek di Boyolali.