Menko PMK: Libur Nataru Perlu Dukungan Ekstra di Tengah Bencana


  • 49 
  • Tuesday, 09 December 2025 
  • Vivi

Menko PMK: Libur Nataru Perlu Dukungan Ekstra di Tengah Bencana

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pelaksanaan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) membutuhkan dukungan ekstra dari seluruh pihak. Hal itu ia sampaikan saat memimpin rapat tingkat menteri persiapan libur nataru di kantor Kemenko PMK, Senin (8/12/2025).

Pratikno menjelaskan libur Nataru tahun ini berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Puncak arus mudik diprediksi pada 20 dan 24 Desember, sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada 28 Desember dan 4 Januari.

Pemerintah, kata Pratikno, mengawal ketat seluruh layanan utama Nataru, mulai dari layanan peribadatan, kesehatan, transportasi, pariwisata, hingga antisipasi bencana. Ia menegaskan pentingnya kesiapan posko terpadu, posko layanan Nataru, serta layanan inklusif di berbagai fasilitas publik, seperti bandara, terminal, pelabuhan, dan destinasi wisata.

“Ini standar setiap tahun. Kita terus memperbaiki pelayanan agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, selamat, dan lancar,” ujarnya.

Namun, Pratikno menggarisbawahi Nataru tahun ini berbeda karena berlangsung di tengah situasi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Sumatera. Pemerintah harus menjaga kelancaran arus mudik dan perayaan Natal, sembari memastikan penanganan bencana tetap berjalan optimal.

Ia menyebutkan kondisi di beberapa wilayah Sumatera, terutama Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masih belum pulih sepenuhnya. Sejumlah wilayah dilaporkan masih terisolasi, layanan kesehatan terbatas, listrik belum normal, dan banyak fasilitas umum rusak.

Pratikno menegaskan fokus utama pemerintah selama Nataru adalah antisipasi bencana, mengingat peringatan BMKG tentang potensi cuaca ekstrem dan risiko hidrometeorologi basah di berbagai daerah. “Yang tahun ini agak lebih berat adalah bencana. Kita menghadapi situasi di Aceh, Sumut, Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, dan wilayah lain. Ini PR besar,” jelasnya.

Ia meminta seluruh kementerian/lembaga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat di lapangan. Dukungan ekstra, terutama bagi masyarakat yang merayakan Natal di wilayah terdampak bencana, menjadi prioritas pemerintah.

Selain itu, Pratikno meminta BMKG terus memperbarui informasi cuaca, termasuk operasi modifikasi cuaca di wilayah berisiko tinggi. Ia juga menekankan peran TNI-Polri, BNPB, Basarnas, serta pemerintah daerah dalam memperkuat posko siaga terpadu dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

Dalam rapat tersebut, kementerian/lembaga dan BUMN menyampaikan kesiapan dukungan mereka untuk Nataru, termasuk penyediaan posko informasi yang lebih holistik, pasokan bahan pokok, dan dukungan logistik untuk masyarakat selama periode libur panjang.

Pratikno menutup rapat dengan apresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan dukungan menyeluruh bagi masyarakat. “Terima kasih atas kesiapan semua pihak dalam memberikan pelayanan terbaik selama libur Nataru,” katanya.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, serta jajaran kementerian, lembaga, BUMN, TNI, dan Polri yang terkait langsung dengan penyelenggaraan layanan Nataru.

Sumber: beritasatu.com