Loading
SORONG – Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya siap menggelar Festival Noken 2026 pada 3–4 Desember 2026 di Taman Reklamasi Kota Sorong. Festival ini menjadi bagian dari peringatan Hari Noken Sedunia yang jatuh setiap 4 Desember sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Papua Barat Daya pada 9 Desember.
Ketua penyelenggara menyampaikan, festival akan melibatkan sekitar 1.000 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan Kota Sorong di Papua Barat Daya. Kegiatan tersebut bertujuan menguatkan kesadaran masyarakat bahwa noken bukan sekadar warisan budaya dunia yang ditetapkan UNESCO pada 2012, tetapi juga identitas dan jati diri masyarakat Papua yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain menampilkan kekayaan budaya, Festival Noken juga menjadi ruang untuk memperkuat ekonomi para mama Papua yang selama ini menjadi penganyam noken. Penyelenggara menilai meningkatnya penggunaan noken akan berdampak langsung pada kesejahteraan para perajin sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi menganyam.
Melalui festival ini, Lembaga Pengembangan Noken Center juga akan mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan regulasi perlindungan dan penggunaan noken. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penerapan penggunaan noken bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota setiap hari Kamis atau Jumat sebagai simbol pelestarian budaya lokal.
Festival Noken 2026 rencananya akan dihadiri Menteri UMKM, Wakil Ketua DPR RI, serta Raffi Ahmad. Kehadiran para tokoh nasional tersebut diharapkan dapat membuka akses promosi dan pemasaran noken Papua ke tingkat nasional sehingga produk karya mama Papua semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih luas.
Penyelenggara mengajak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh masyarakat untuk mendukung Festival Noken sebagai gerakan bersama dalam melestarikan budaya, memperkuat identitas Papua, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.