Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Permukaan Air Danau Toba Terus Menurun


  • 44 
  • Saturday, 25 July 2026 
  • Gusti

Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Permukaan Air Danau Toba Terus Menurun

Permukaan air Danau Toba terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini berdampak pada sektor perikanan, energi, hingga pariwisata.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penyebab penurunan muka air Danau Toba dipengaruhi oleh berbagai faktor. Uniknya, penyebab penurunan ini berbeda pada tiap periode.

Pada periode 1957 hingga 1984, muka air Danau Toba mengalami penurunan sekitar 22 milimeter per tahun. Penurunan ini dipengaruhi oleh variabilitas iklim, khususnya fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di daerah Danau Toba.

Selain faktor alam, peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, Hendri, menemukan titik perubahan akibat aktivias manusia pada 1984.

"Tahun tersebut bertepatan dengan mulai beroperasinya Bendungan Sigura-gura dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sehingga, karakteristik perubahan muka air danau sebelum dan sesudah 1984 perlu dianalisis secara terpisah," tutur Hendri, Kamis (23/7/2026).

Setelah tahun 1984, laju penurunan rata-rata menjadi jauh lebih kecil, sekitar 2 milimeter per tahun. Meskipun tren jangka panjangnya relatif stabil, muka air DanauToba tetap mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

"Pada beberapa periode bahkan terjadi penurunan yang cukup ekstrem, seperti pada 1987, 1990, 1998, dan 2016, yang berkaitan dengan kombinasi El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif," jelasnya.

Selama periode 1988-2020, luas hutan alami di kawasan Danau Toba berkurang sekitar 29 persen. Namun, luas hutan tanaman cenderung meningkat berbarengan dengan kawasan permukiman.

"Berkurangnya tutupan hutan alami diperkirakan mengurangi kemampuan kawasan tangkapan air dalam menyerap dan menyimpan air hujan, sehingga turutmemengaruhi fluktuasi muka air danau," ujarnya.

Hendri mengatakan perubahan muka air Danau Toba merupakan hasil interaksi berbagai faktor. Perubahan iklim berpeean penting, namun aktivitas manusia juga memberikan berdampak.

"Oleh karena itu, upaya menjaga keberlanjutan Danau Toba tidak cukup hanya berfokus pada adaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi juga memerlukan pengelolaan tata guna lahan dan pemanfaatan sumber daya air yang lebih bijaksana," tegasnya.


Sumber: detik.com