Jambore Pemuda Adat Domberay Dorong Pelestarian Budaya dan Generasi Muda di Kabupaten Sorong


  • 69 
  • Wednesday, 05 August 2026 
  • Bara

Jambore Pemuda Adat Domberay Dorong Pelestarian Budaya dan Generasi Muda di Kabupaten Sorong

Jambore Pemuda Adat Domberay Jadi Wadah Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Generasi Muda Papua Barat Daya

Kabupaten Sorong – Jambore Pemuda Adat Domberay resmi dibuka di Rumah Etnik Papua, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Domberay Creative Project bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini bertujuan memperkuat pelestarian budaya melalui pemberdayaan generasi muda di wilayah adat Domberay.

Rangkaian jambore akan berlangsung selama sepekan dengan berbagai agenda, di antaranya lokakarya kebudayaan, diskusi, produksi film dokumenter, pelatihan pengolahan pangan lokal, hingga puncak kegiatan yang dijadwalkan pada 11 Agustus 2026 di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, M.M., Kota Sorong.

Ketua Panitia Pelaksana Yayasan Domberay Creative Project, Andrei Marye, S.T., M.B.A., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menghimpun pemuda-pemudi adat agar kembali mengenal, mempelajari, dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat adat Domberay.

"Kami ingin mengajak generasi muda kembali belajar tentang budaya, seni, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur. Masih banyak potensi budaya yang perlu digali dan dikembangkan bersama," ujar Andrei.

Menurutnya, selain lokakarya, panitia juga akan melaksanakan produksi film dokumenter yang mengangkat visualisasi karya budaya, pengetahuan para tokoh adat, serta pengolahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Seluruh rangkaian kegiatan terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya.

Andrei menjelaskan, penyelenggaraan Jambore Pemuda Adat Domberay merupakan kali ketiga Yayasan Domberay Creative Project mendapat kepercayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk melaksanakan program pelestarian kebudayaan di wilayah adat Domberay.

"Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab kami sebagai anak Papua untuk membuktikan bahwa sumber daya manusia di Papua Barat Daya mampu menyelenggarakan kegiatan berskala lokal, nasional, hingga internasional. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat adat, akademisi, komunitas budaya, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan kebudayaan Papua Barat Daya," katanya.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Kabupaten Sorong, Marten Nebore, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jambore Pemuda Adat Domberay. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sorong berkomitmen mendukung setiap upaya pelestarian budaya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Pada prinsipnya, kami akan terus mendorong pelestarian budaya karena masih banyak potensi budaya yang harus dikembangkan bersama. Jambore ini diharapkan menjadi salah satu agenda budaya yang mampu memotivasi daerah lain untuk terus melestarikan kekayaan budaya lokal," ujar Marten.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala distrik, kepala kampung, sanggar seni, dan komunitas budaya untuk mengidentifikasi serta mengembangkan berbagai potensi budaya yang dimiliki setiap wilayah.

Selain itu, Marten menilai Papua Barat Daya memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah, seperti berbagai jenis sagu dan komoditas tradisional lainnya. Potensi tersebut perlu kembali dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga warisan budaya.

"Kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kebudayaan, tokoh adat, komunitas budaya, dan generasi muda menjadi kunci dalam menggali serta mengembangkan potensi budaya agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Dr. Julianus Limbeng, M.Si., dari Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, mengatakan pelestarian kebudayaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, Jambore Pemuda Adat Domberay menjadi momentum untuk menggali kembali berbagai potensi budaya yang dimiliki masyarakat adat, termasuk kekayaan pangan lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk berbagai jenis pangan lokal seperti sagu dan komoditas tradisional lainnya. Potensi tersebut harus terus digali, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman," katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan tokoh adat, komunitas budaya, akademisi, pemerintah, dan generasi muda diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam pelestarian budaya sehingga tidak hanya menjaga identitas masyarakat adat, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian Jambore Pemuda Adat Domberay akan berlangsung hingga 11 Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda, seperti lokakarya kebudayaan, diskusi, produksi film dokumenter, pelatihan pengolahan pangan lokal, serta pameran seni dan budaya. Kegiatan ini melibatkan pemuda adat dari berbagai wilayah Domberay bersama tokoh adat, komunitas budaya, akademisi, pemerintah daerah, dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mengembangkan potensi budaya dan pangan lokal di Papua Barat Daya.