Loading
Pemkab Sorong Siapkan Pameran Investasi dan UMKM, 30 Pelaku Usaha OAP Masuk Daftar Peserta
AIMAS – Pemerintah Kabupaten Sorong mulai menyiapkan Pameran Potensi Investasi dan UMKM Tahun 2026. Sebanyak 30 pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) telah masuk dalam daftar inventarisasi untuk mengikuti kegiatan yang diarahkan membuka peluang investasi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM lokal.
Kegiatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sorong ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada investor dan perusahaan berskala besar.
Kepala Bidang Promosi/Investasi Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Sorong, Ronny Nahuway, mengatakan jumlah UMKM yang disiapkan untuk mengikuti pameran disesuaikan dengan kemampuan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.
UMKM yang diprioritaskan adalah pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Sementara pelaku usaha yang belum memiliki kelengkapan legalitas akan difasilitasi agar dapat dipersiapkan mengikuti kegiatan promosi berikutnya.
Pameran ini tidak hanya berorientasi pada promosi produk UMKM. Pemerintah daerah juga menargetkan kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dengan investor dan perusahaan yang memiliki peluang kerja sama di Kabupaten Sorong.
Melalui kegiatan Business Matching, pelaku usaha diharapkan dapat menjajaki kemitraan secara langsung dengan perusahaan maupun calon investor. Dengan demikian, pameran diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menampilkan produk, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha dan pemasaran.
Potensi yang akan diperkenalkan mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, industri pengolahan, minyak dan gas bumi, perdagangan dan jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, serta produk UMKM lokal.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, DPMPTSP merencanakan pelibatan sejumlah perusahaan berskala besar, di antaranya PT Pertamina EP Papua Field, perusahaan dalam lingkup Petrogas, perusahaan perkebunan kelapa sawit, serta PT Megapura Prima Industri (MPI). Keterlibatan perusahaan tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan peluang kemitraan dengan pelaku usaha lokal.
Dukungan promosi juga akan melibatkan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Sorong, terutama dalam publikasi dan penyebarluasan informasi mengenai potensi unggulan daerah.
Di sisi lain, kesiapan UMKM menjadi perhatian dalam pelaksanaan pameran. Produk peserta akan dipersiapkan dengan memperhatikan kualitas, kapasitas produksi, kesiapan harga, kemasan, dan legalitas usaha. Pendampingan juga diarahkan pada peningkatan standar mutu, pelabelan, sertifikasi produk, promosi digital, hingga pertemuan dengan calon pembeli.
DPMPTSP turut menyiapkan klinik investasi dan perizinan untuk membantu pelaku usaha memahami pengurusan NIB, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), tingkat risiko usaha, serta persyaratan dasar perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Selain pameran, pemerintah daerah juga menyiapkan Pemilihan Putra-Putri Duta Investasi Kabupaten Sorong Tahun 2026. Duta Investasi tersebut diharapkan dapat mengambil peran dalam memperkenalkan potensi dan peluang investasi daerah kepada masyarakat luas.