Sekretaris Daerah Bemnus Sumsel meminta Pemerintah untuk Evaluasi Program MBG Selama Ramadhan


  • 11 
  • Tuesday, 24 February 2026 
  • M Ogi

Sekretaris Daerah Bemnus Sumsel meminta Pemerintah untuk Evaluasi Program MBG Selama Ramadhan

Sekretaris Daerah BEM Nusantara (BEMNUS) Sumatera Selatan, Muhammad Julian, meminta pemerintah pusat mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan di seluruh Indonesia. Permintaan tersebut disampaikan menyusul munculnya berbagai aspirasi masyarakat terkait teknis pembagian makanan di sekolah saat siswa tengah menjalankan ibadah puasa.Muhammad Julian menilai sejumlah menu MBG seperti roti, susu, telur mentah, hingga makanan ringan tertentu kurang kontekstual diberikan pada jam sekolah selama Ramadhan. Menurutnya, distribusi makanan siap konsumsi di siang hari berpotensi memunculkan godaan bagi siswa yang berpuasa.“Kami menilai pembagian makanan siap santap pada jam sekolah selama Ramadhan berpotensi membuka peluang siswa untuk berbuka di tengah hari. Dalam praktiknya, banyak orang tua justru membatasi uang jajan anak sebagai bagian dari pendidikan karakter agar mereka dapat menuntaskan puasa hingga waktu berbuka,” ujarnya.Ia menambahkan, jika skema pembagian tidak disesuaikan, kebijakan tersebut dikhawatirkan dapat melemahkan peran orang tua dalam membimbing anak berpuasa, menimbulkan godaan sosial di lingkungan sekolah, serta mengurangi nilai pendidikan spiritual di bulan suci.Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, lanjutnya, kebijakan publik pada momentum Ramadhan semestinya mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan religius masyarakat. Program pemenuhan gizi dinilai penting, namun perlu adaptif terhadap nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.BEMNUS Sumsel pun mengusulkan agar pemerintah mengkaji ulang skema distribusi MBG selama Ramadhan. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah mengalihkan bantuan dalam bentuk sembako atau bahan kebutuhan pokok yang setara dengan alokasi anggaran harian siswa.Menurut Muhammad Julian, skema tersebut dinilai lebih tepat karena tetap menjaga tujuan pemenuhan gizi, memberikan manfaat langsung kepada keluarga, memperkuat nilai kebersamaan selama Ramadhan, serta meminimalisir potensi polemik di masyarakat.Ia menegaskan bahwa sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal kebijakan agar lebih bijak dan selaras dengan nilai masyarakat Indonesia. BEMNUS Sumsel, katanya, siap menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam dialog bersama pemerintah guna memastikan program MBG tetap berjalan efektif selama Ramadhan.