KKP Percepat Empat Program Strategis, dari Modernisasi Kapal hingga Swasembada Garam


  • 17 
  • Wednesday, 02 September 2026 
  • Sabila

KKP Percepat Empat Program Strategis, dari Modernisasi Kapal hingga Swasembada Garam

Pemerintah mempercepat empat program strategis di sektor kelautan dan perikanan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi modernisasi kapal ikan, tambak udang terintegrasi, pengembangan sentra industri garam nasional, serta budidaya ikan darat tematik berbasis desa.


Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan modernisasi kapal ikan diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ikan di laut lepas yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah menargetkan pembangunan 4.582 kapal ikan modern secara bertahap pada 2026-2029.


“Program ini ditargetkan meningkatkan produksi perikanan tangkap hingga 2,3 juta ton per tahun,” kata Qodari dalam Konferensi Pemerintah, Rabu (2/9/2026).


Pembangunan kapal tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp125,5 triliun dan ditargetkan menyerap hingga 89 ribu tenaga kerja. Pemerintah juga memproyeksikan peningkatan pendapatan nelayan sebesar Rp20,6 triliun per tahun serta tambahan PNBP sektor perikanan sekitar Rp1,8 triliun per tahun.


Selain perikanan tangkap, pemerintah mengembangkan Integrated Shrimp Farming (ISF) di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kawasan tersebut dibangun di atas lahan 2.150 hektare dengan 1.361 hektare di antaranya diperuntukkan bagi tambak dan fasilitas pendukung.


Hingga 29 Juli 2026, pembangunan fisik ISF Waingapu telah mencapai sekitar 10 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2027 untuk mulai beroperasi pada awal 2028. Investasi kawasan tersebut mencapai sekitar USD500 juta atau Rp7,2 triliun, dengan target produksi 52.800 ton udang per tahun dan penyerapan sekitar 7.000 tenaga kerja.


Program lainnya yakni pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao. Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan seluas 2.000 hektare dengan investasi sekitar Rp2 triliun. KKP telah menyelesaikan tahap pertama seluas 616 hektare dan tengah mengerjakan tahap kedua seluas 751 hektare.


Uji coba produksi telah dilakukan di lahan yang selesai dibangun dengan target panen perdana pada November 2026. Pemerintah menargetkan produksi garam nasional meningkat dari sekitar 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026, 3,5 juta ton pada 2027, dan 5 juta ton pada 2029.


Sejalan dengan peningkatan produksi tersebut, impor garam ditargetkan turun dari sekitar 2,6 juta ton menjadi 2 juta ton pada 2026, 1 juta ton pada 2027, hingga nol pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada garam nasional.


Sementara itu, program budidaya ikan darat tematik berbasis desa memprioritaskan ikan lele dan nila dengan teknologi bioflok. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi ikan sekaligus membuka lapangan kerja, menambah pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi desa, dan meningkatkan asupan protein masyarakat.


Secara keseluruhan, empat program tersebut diproyeksikan menghasilkan tambahan produksi sekitar 3,95 juta ton per tahun dengan total kebutuhan investasi mencapai Rp171,7 triliun.